Mana yang Benar untuk Laptop, Charge Terus atau saat Lowbat Saja?

Mana yang Benar untuk Laptop, Charge Terus atau saat Lowbat Saja?

Salah satu obsesi yang dimiliki para pengguna gadget saat ini adalah menjaga baterai laptop tetap awet untuk pemakaian jangka panjang. Akan tetapi coba jawab pertanyaan ini, deh. Kira-kira mana yang lebih baik, membiarkan laptop di-charge terus sambil memakainya atau hanya charge saat lowbat? Bingung, kan?

Perkara di atas memang sering menimbulkan perdebatan. Ada yang berpendapat bahwa memakai laptop sambil di-charge akan membuat baterai lebih awet. Ada pula yang mengatakan bahwa kita sebaiknya mencabut charger ketika baterai sudah penuh dan menyambungkannya lagi saat baterai tinggal sedikit.

 

  1. Laptop baru aman di-charge sambil digunakan

Memakai laptop sambil di-charge terus menerus memang bukanlah tindakan yang bijak pada beberapa tahun atau satu dekade yang lalu. Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, hal ini bukanlah masalah yang besar jika dilakukan saat ini.

Sekarang, mayoritas laptop baru dibekali oleh baterai berjenis lithium-polymer atau lithium-ion. Keduanya mampu menghentikan proses pengisian daya ketika baterai sudah penuh. Jadi, kamu tak perlu takut akan risiko overcharging atau charge yang berlebihan.

 

  1. Kamu harus waspada akan risiko laptop menjadi panas

Pertanyaan yang timbul adalah ke mana listrik yang masuk ke laptop melalui charger jika baterai tidak menyedot dayanya? Ternyata, listrik tersebut tidak melewati baterai, tetapi langsung memberikan daya kepada laptop. Hal inilah yang kemudian menjadi masalah.

Masih dari sumber yang sama, listrik yang terus dialirkan akan menghasilkan panas berlebih. Akibatnya laptop mengalami overheating atau suhunya menjadi terlalu tinggi. Kondisi tersebut memang tidak akan memberi dampak langsung. Namun jika ini terjadi terus menerus dalam jangka panjang, fungsi baterai akan menurun.

 

  1. Studi: sebaiknya jangan terus charge baterai saat sudah penuh

Penelitian dari Battery University mengatakan bahwa membiarkan charger terus menempel saat baterai sudah mencapai 100 persen bisa membuatnya tegang dan bekerja ekstra. Hal ini akan membuat fungsi bahan kimia di dalam baterai menurun.

Maka dari itu, para peneliti menyarankan agar kita segera mencabut charger ketika baterai sudah penuh. Mereka mengatakan bahwa hal ini bekerja seperti relaksasi setelah melakukan pekerjaan yang berat.

 

  1. Bahkan sebaiknya jangan mengisi daya hingga 100 persen

Bahkan sebenarnya, kita sebaiknya tidak mengisi daya baterai hingga 100 persen, lho. Setidaknya ketika kita tidak terlalu membutuhkan hal itu. Sebab baterai lithium-ion tidak perlu  benar-benar diisi hingga penuh karena voltase listrik yang tinggi akan membuatnya “stres”.

Hal ini sama dengan yang dituliskan dalam jurnal IEEE Xplore. Peneliti menyarankan agar kita mencabut charger ketika baterai telah terisi 75 persen. Lalu isi kembali ketika baterai sudah terpakai hingga 20-25 persen. Cara tersebut akan memaksimalkan kapasitas baterai laptop.

 

  1. Ketahanan baterai laptop pasti menurun seiring pemakaian

Walaupun begitu, kamu harus tahu bahwa ketahanan baterai laptop pasti menurun seiring dengan pemakaian. Ini adalah hal yang wajar dan terjadi pada semua perangkat elektronik, tak hanya laptop. Jika kamu telah memakainya selama beberapa tahun, jangan mengekspektasikan ketahanannya tetap sama seperti saat baru membelinya.

Hal yang bisa kamu lakukan untuk memperlambat proses tersebut adalah dengan menerapkan cara charge yang direkomendasikan di atas. Selain itu, sebisa mungkin jangan biarkan baterai benar-benar habis hingga 0 persen, ya. Hal ini akan mempercepat penurunan fungsi.

 

(sumber: idntimes.com)

3 Cara Lain untuk Mengisi Daya Laptop tanpa Pengisi Daya

3 Cara Lain untuk Mengisi Daya Laptop tanpa Pengisi Daya

Setiap laptop dibuat dengan baterai internal. Untuk mengisi daya baterai, Anda hanya perlu menyuplainya dengan listrik. Sering kali, kita mencolokkan laptop ke stop kontak di rumah, dan listrik mengalir melalui kabel lalu masuk ke baterai.

Pengisi daya laptop bisa dibilang cara paling efektif untuk mentransfer daya ke baterai laptop, tetapi terdapat juga cara lain untuk melakukannya. Yang Anda butuhkan adalah:

  • Sumber daya
  • Cara mentransfer daya ke baterai

 

  1. Cara mengisi daya laptop dengan USB-C

Jika laptop Anda memiliki port USB-C bawaan, Anda dapat mengisi daya laptop melalui kabel USB-C. Anda hanya perlu memastikan kabel tersebut memiliki adaptor colokan (colokan berbentuk kotak di ujung pengisi daya ponsel Anda yang dapat dicolokkan ke stopkontak). Beberapa laptop ternyata menggunakan kabel USB-C sebagai pengisi daya utamanya.

Untuk mengisi daya laptop Anda melalui USB-C:

  • Colokkan salah satu ujung kabel USB-C ke stopkontak
  • Colokkan ujung kabel USB-C lainnya ke laptop Anda

Selesai! Sangat mudah, selama Anda memiliki akses ke kabel USB-C. Tapi itu masalah yang besar – bagaimana jika Anda tidak memiliki akses ke salah satunya? Sayangnya, memesan kabel USB-C tidak semudah memesan pengisi daya laptop baru. Dan berhenti di toko perlengkapan komputer tampaknya tidak memungkinkan, terutama jika Anda terjebak di pulau Karibia untuk menghadiri pernikahan di akhir pekan.

 

  1. Cara mengisi daya laptop di dalam mobil

Mobil tentunya mempunyai listrik, bukan? Dan baik Anda sedang dalam perjalanan dengan kendaraan pribadi, atau menyewa mobil saat pesawat Anda mendarat, Anda dapat memanfaatkan daya yang dihasilkannya. Anda dapat mengisi daya laptop di dalam mobil dengan cukup mudah. Anda hanya membutuhkan dua hal, yaitu:

  • Adaptor AC (konektor USB Tipe A di salah satu ujung dan konektor USB-C di ujung lainnya). Adaptor USB Tipe A ke USB-C ini sangat cocok untuk digunakan di dalam kendaraanPengisi daya USB untuk di mobil

Semudah langkah satu, dua, tiga. Untuk mengisi daya laptop Anda di dalam mobil:

  • Nyalakan mesin mobil
  • Colokkan pengisi daya mobil ke port pengisian daya kendaraan Anda (Anda bahkan mungkin tidak memerlukan pengisi daya mobil karena banyak kendaraan baru memiliki port USB yang dapat Anda colokkan)
  • Colokkan konektor USB-C ke laptop Anda

 

  1. Cara mengisi daya laptop dengan power bank

Salah satu cara termudah untuk mengisi daya laptop adalah dengan power bank. Power bank pada dasarnya adalah baterai portabel untuk laptop Anda. Yang harus Anda lakukan adalah menyambungkan power bank ke laptop. Yang terbaik dari power bank adalah power bank tidak perlu dicolokkan ke stopkontak saat mengisi daya laptop.

Power bank hadir dalam berbagai model yang berbeda, dan tidak semuanya dibuat dengan kapasitas pengisian daya yang sama. Anda dapat mengisi daya laptop yang tidak terlalu bertenaga dengan power bank USB Tipe A. Jika Anda ingin mengisi daya ke laptop yang lebih bertenaga, seperti workstation portabel, Anda harus menggunakan power bank yang mendukung USB-C. Power bank USB-C juga dapat mengisi daya perangkat USB lain, seperti ponsel pintar atau tablet Anda.

Kemungkinan besar, power bank akan memiliki cukup daya untuk mengisi ulang baterai laptop hanya satu atau dua kali, terutama jika Anda sedang mengisi ulang laptop yang lebih bertenaga. Penting untuk diingat agar selalu mencolokkan power bank ke stopkontak dan mengisi ulang dayanya. Saat power bank kehabisan daya, Anda tidak akan dapat menggunakannya untuk mengisi ulang laptop.

Itulah mengapa sebaiknya Anda mencadangkan power bank hanya saat benar-benar membutuhkannya – seperti saat Anda kehilangan pengisi daya laptop secara tidak sengaja. Selalu simpan power bank di dalam tas laptop Anda.

 

(sumber: hp.com)

Cara Mengisi Baterai Laptop Agar Lebih Awet Digunakan

Cara Mengisi Baterai Laptop Agar Lebih Awet Digunakan

Salah satu masalah saat menggunakan laptop adalah ketahanan baterai yang tidak terlalu lama. Contohnya, saat kita menggunakan laptop terkadang muncul notifikasi baterai sudah habis padahal baru beberapa menit yang lalu sudah dicas.

Mungkin beberapa diantara kalian ada yang memilih membeli baterai yang baru. Namun harganya yang cukup mahal membuat kita menjadi bingung apakah benar-benar harus membeli baterai baru atau tidak. Sebenarnya, kalian bisa menggunakan cara agar baterai laptop dapat awet digunakan, yakni cas dengan cara manual. Untuk lebih jelasnya, simak yang berikut ini:

 

  1. Lakukan pengisian baterai seperti biasa

Hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan pengisian seperti biasa hingga mencapai 100%. Nah, ketika pengisian sudah penuh, jangan langsung mencabut chargernya tapi biarkan laptop tersambung dengan arus listrik hingga 2 jam. Jika kalian ingin melakukan aktivitas yang penting, kalian bisa menggunakan laptop sambil menunggu proses ini selesai.

 

  1. Masuk ke bagian Power Option

Jika sudah melakukan pengisian selama 2 jam, bukalah Control Panel lalu masuk ke bagian menu Power Option. Cara untuk membukanya yaitu tinggal mengarahkan kursor ke ikon baterai yang ada di pojok kanan bawah, tepatnya di samping bagian Wi-Fi.

Klik kanan pada ikon baterai tersebut, lalu klik menu Power Option. Setelah terbuka, kalian akan melihat halaman Windows Power Option. Selanjutnya, klik menu “Create Power Plan” yang ada di bagian kiri. Setelah itu, beri nama misalnya “Kalibrasi”. Jika sudah, klik “Next”.

 

  1. Setting pada bagian Display

Caranya masih di Windows Power Option, arahkan kursor pada setting “Turn Off the Display”, “Dim the Display”, dan juga “Put the Computer to Sleep”. Kalian tinggal lakukan “Turn Off” atau mematikan setting yang sudah disebutkan. Setelah itu, klik bagian “Create” agar baterai dapat dipakai secara penuh tanpa adanya halangan.

 

  1. Biarkan laptop menyala sampai baterainya habis

Jika sudah mengatur settingnya, kalian bisa kembali lagi ke menu awal dan biarkan laptop menyala sampai benar-benar kehabisan baterai. Hal ini dilakukan untuk menghabiskan baterai tapi tidak dipaksakan. Namun, pada tahapan ini lebih baik digunakan untuk aktivitas yang ringan pada laptop. Jadi, jangan gunakan aktivitas berat seperti bermain game atau membuka aplikasi desain grafis.

 

  1. Diamkan laptop setelah baterainya habis

Setelah laptop digunakan sampai baterainya benar-benar habis, selanjutnya biarkan laptop untuk istirahat. Namun, dari sisi waktunya tidaklah sebentar karena kalian harus mendiamkan laptop sampai lima jam. Waktu selama itu dilakukan karena baterai akan dilakukan kalibrasi sehingga perlu waktu yang lama agar sel-sel baterai dapat berfungsi secara normal kembali.

 

  1. Lakukan pengisian kembali

Lakukanlah pengisian sampai 100%. Namun, pada tahapan ini kalian tidak boleh melakukan aktivitas seperti yang sudah dilakukan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar arus listrik hanya fokus untuk melakukan pengisian dan tidak digunakan untuk kegiatan lainnya. Setelah baterai sudah penuh 100%, maka proses pengisian baterai laptop manual telah selesai dan kalian bisa melakukan aktivitas seperti biasanya. Jangan lupa untuk selalu melakukan pengisian ketika laptop sudah menunjukan notifikasi baterai lemah.

 

(sumber: teknologi.id)

Mengenal Perbedaan Router dan Switch

Mengenal Perbedaan Router dan Switch

Router

Router adalah perangkat jaringan yang bertugas dalam menghubungkan ke jaringan komputer, yang mana menghubungkan jaringan rumah ke internet.

Router juga mampu mengirimkan data antar jaringan untuk membangun dan memelihara jaringan interkoneksi dari komunikasi vantara dua node.

 

Apa Itu Router

Router beroperasi pada lapisan 3 pada model OSI, yang mana router ini bekerja menggunakan alamat IP tujuan dalam paket untuk menentuikan kemana harus meneruskan paket.

Kesimpulannya router ini bertugas menghubungkan jaringan komputer lokal dengan internet, menentukan perangkat mana yang memiliki prioritas, dan mampu melindungi data dari ancaman keamanan. Dan juga router banyak router memiliki sakelar  bawaan yang menghubungkan antar perangkat jaringan.

Kemampuana router dalam menghubungkan antar komputer dalam satu jaringan yakni dengan membagikan IP secara otomatis dengan memanfaatkan protokol DHCP atau Dynamic Host Configuration Procotol.

 

Kegunaan Router

Kegunaan router atau fungsi utama dari router adalah sebagai berikut:

Menghubungkan Jaringan

Fungsi pertama router adalah penghubung jaringan. Router memiliki fungsi utama dalam menghubungkan beberapa perangkat komputer atau perangkat lainnya dari beberapa jaringan.

Tujuannya adalah pengguna dapat mengirimkan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Dalam menghubungkan koneksi router menggunakan distribusi IP address sehingga setiap komputer dalam jaringan mendapatkan IP secara otomatis maupun statis.

 

Mengirimkan Informasi

Fungsi router yang kedua adalah mengirimkan informasi. Router memiliki fungsi lain yakni dalam mengirimkan informasi atau data dari suatu jaringan.

Jaringan ini nantinya akan menuju jaringan yang lain yang mana sistem kerjanya mirip seperti jembatan jaringan atau bridge.

 

Sebagai Penghubung Jaringan ke DS

Fungsi router WiFi yang ketiga yakni sebagai penghubung jaringan lokal dengan koneksi DSL atau digital subcriber line, atau DSL router.

Teknologi router yang saat ini sudah lebih canggih, yang mana penggunaanya tidak hanya menggunakan sambungan kabel LAN sekaligus wireless.

 

Tipe Router

Router nirkabel, terhubung secara wireless ke perangkat yang mendukung standar wireless yang sama.

Dengan ini router memungkinkan menerima informasi dari dan mengirimkan informasi ke internet.

Router kemudian membuat komunikasi dengan jaringan wireless yang tidak menggunakan koneksi kabel sehingga dapat menghubungkan komputer tanpa perlu repot menggunakan kabel.

 

Switch

Switch adalah perangkat jaringan yang mampu juga dapat menghubungkan komputer di dalam jaringan.

Switch juga disebut dengan hub switching, hub bridge, dan Bridge MAC. Switch dapat meneruskan informasi sesuai dengan alamat MAC untuk diteruskan ke tujuan yang benar.

Switch juga dianggap sebagai perangkat lapisan 2 dan bekerja pada lapisan link data. Switch bekerja di paket switching untuk menerima, memproses, dan meneruskan data.

Mereka juga bekerja di lapisan OSI ke 3 atau lapisan jaringan, yang mana fungsi routing terjadi.

 

Apa Itu Switch

Bagi Anda yang tidak tahu perbedaan router dan switch sebaiknya Anda perlu mengetahui apa itu switch terlebih dahulu.

Switch merupakan sebuah komponen jaringan komputer yang berfungsi dalam menghubungkan perangkat komputer supaya dapat melakukan pertukaran paket baik itu menerima, memproses dan juga meneruskan data menuju ke perangkat lainnya.

Selain pengertian switch ini, masih ada pendapat lain yang mengartikan switch sebagai jenis perangkat yang dapat digunakan sebagai penghubung dari beberapa HUB yang mampu membentuk jaringan komputer lebih besar serta memerlukan bandwidth yang juga sama besarnya.

Tetapi switch ini berbeda dari HUB yang mana switch bekerja lebih terarah, efisien, dan langsung mengirimkan informasi ke alamat yang dituju.

Switch juga mampu mendeteksi tujuan data untuk mencegah adanya tabrakan ketika data dikirim.

 

Kegunaan Switch

Kegunaan switch secara umum adalah sebagai pusat atau terminal penerima serta membagikan data antar perangkat komputer. Berikut ini adalah beberapa kegunaan switch yang perlu diketahui.

 

Looping Avoidance

Looping adalah perputaran data yang terjadi di dalam port switch. Yang mana switch dapat mencegah looping ketika menerima data yang tidak diketahui tujuannya.

Lalu kemudian data yang diterima akan diteruskan ke IP address tujuan melalui pemblokan di salah satu port yang terhubung dengan perangkat lainnya.

 

Meneruskan Data Frame

Switch juga dapat digunaan sebagai filter dan meneruskan frame ke alamat yang sedang tuju. Selain mengirimkan data ke alamat yang dituju.

Selain mengirimkan data ke alamat tujuan, penerusan data frame yang juga akan dilanjutkan ke alamat MAC dan port lain. Sehingga hal ini mampu mengurangi peristiwa tabrakan saat proses pengiriman data.

 

Address Learning

Address learning pada switch adalah mencatat alamat MAC antar perangkat jaringan yang terhubung.

Maka switch sedang proses menerima data sehingga switch perlu mencatat MAC addess dari pengirim sekaligus mempelajari kemana data tersebut diarahkan atau dikirim.

 

Tipe Switch

Berikut adalah jenis-jenis switch yang mungkin dapat membantu Anda dalam memilih jenis switch yang sesuai dengan kebutuhan.

 

Unmanaged Switch

Jenis switch ini termasuk dalam kategori switch paling murah dibanding dengan jenis switch lainnya.

Jenis switch ini juga sering dipakai untuk kebutuhan rumahan ataupun perkantoran skala kecil. Yang memiliki fungsi utama adalah untuk menghubungkan komputer dengan perangkat lain seperti printer.

Jenis switch ini tidak memiliki konfigurasi yang terlalu rumit sehingga proses instalasi yang lebih mudah serta harganya yang relatif lebih murah.

 

Managed Switch

Managed switch adalah kebalikan dari unmanaged switch yang mana memiliki kelebihan dalam konfigurasi yang lebih mudah seperti konfigurasi menggunakan console, interface dan yang paling canggih melalui internet.

 

Smart Switch

Jenis switch sudah mengalami modifikasi karakteristik yakni berada diantara jenis unmanaged switch dan managed switch.

Jenis switch juga memiliki kelebihan berupa kemampuan pengaturan otomatis namun dapat dirubah sesuai kebutuhan jaringan komputer.

 

Enterprise-Managed Switch

Enterprise-managed switch adalah switch yang dimiliki oleh perusahaan sehingga membutuhkan jaringan sebagai pemonitor sekaligus pengkonfigurasi.

Hal ini juga disesuaikan dengan konsep jaringan yang lebih komplek. Selain itu switch juga berbeda dengan jenis switch lainnya dari segi jumlah pengelola dan kemampuuan pendukung perangkat Biasanya hanya sekitar 4-8 port khusus untuk perangkat ethernet.

 

(sumber: nds.id)

Perbedaan Microsoft Office 365 dan Microsoft Office 2019

Perbedaan Microsoft Office 365 dan Microsoft Office 2019

Di atas sudah sempat dibahas bahwa perbedaan mendasar dari keduanya yaitu, Office 2019 diperuntukkan bagi pelanggan yang belum siap untuk beralih ke cloud. Lalu, apa saja perbedaan lainnya dengan Microsoft 365?

 

Biaya

Office 2019 adalah pembelian sekali atau bayar biaya sekali seumur hidup, tidak seperti Microsoft 365 di mana Anda harus membayar biaya berlangganan setiap bulan atau setiap tahun jika ingin lebih hemat.

 

Aplikasi Office

Di Office 2019 Anda mendapatkan aplikasi Office seperti Excel, Word, dan PowerPoint, sementara di Microsoft 365 Anda dapat itu semua ditambah dengan Outlook. Anda akan selalu memiliki fitur, peralatan baru, pembaruan keamanan, dan perbaikan bug terkini. Pengguna PC juga mendapatkan Access dan Publisher.

 

Pembaruan Fitur

Di Office 2019, pembaruan keamanan disertakan, tetapi Anda tidak akan mendapatkan fitur baru. Pemutakhiran ke rilis utama tidak disertakan. Sementara dengan Microsoft 365, versi Office Anda akan selalu ditingkatkan. Anda akan mendapatkan semua fitur dan pembaruan terkini, serta perbaikan bug dan pembaruan keamanan terkini.

 

Fleksibilitas

Di Office 2019, skema pembelian satu kali yang dapat diinstal di PC atau Mac. Sementara dengan Microsoft 365, Anda dapat menginstal Microsoft 365 di semua perangkat dan masuk ke 5 perangkat sekaligus. Artinya, Office dapat digunakan di mana saja pada perangkat apa pun, termasuk PC, Mac, tablet, dan telepon. Anda juga dapat berbagi langganan hingga dengan lima orang.

 

Fitur tingkat lanjut di tablet dan telepon

Di Office 2019, Anda bisa instal aplikasi seluler gratis dan dapatkan fitur pengeditan dasar di tablet atau ponsel dengan layar di bawah 10,1 inci. Sementara dengan Microsoft 365 Anda bisa instal aplikasi seluler gratis dan dapatkan fitur tambahan ketika masuk ke aplikasi Office di perangkat Anda.

 

Penyimpanan online ekstra

Karena Office 2019 adalah non-cloud, maka tidak ada fitur penyimpanan online ekstra. Sementara dengan Microsoft 365 Anda bisa simpan file dengan aman di awan dan akses file dari mana saja. Anda bisa mendapatkan 1 TB penyimpanan cloud OneDrive per pengguna, hingga untuk 6 pengguna, termasuk Anda sendiri.

 

Dukungan Teknis

Dukungan teknis awal disertakan hanya untuk menginstal Office 2019, sementara dengan Microsoft 365 Anda bisa hubungi Microsoft untuk seluruh langganan tanpa biaya untuk bantuan dengan masalah teknis, atau untuk dukungan langganan dan tagihan.

 

(sumber: www.exabytes.co.id)

Cara Share Printer Windows 10, Terlengkap!

Cara Share Printer Windows 10, Terlengkap!

Ketika anda dihadapi dengan situasi dimana anda hanya memiliki satu printer saja, lalu rekan kerja anda juga membutuhkan untuk menggunakan printer tersebut, apa yang harus anda perbuat? Kalau anda tidak ingin repot dengan melepaskan printer dan menghubungkan lagi pada notebook atau komputer lain, maka anda cukup melakukan share printer saja. Berikut langkah-langkah yang bisa anda lakukan untuk cara share printer windows 10.

Jika anda menggunakan Windows 10, maka anda dapat melakukan sharing printer dengan sangat mudah, baik itu menggunakan jaringan di rumah maupun kantor anda. Tentunya anda hanya dapat melakukan share printer tersebut dengan menggunakan jaringan witi ataupun LAN yang sama dengan komputer lainnnya.

Jika anda menggunakan versi Windows yang berbeda, seperti halnya Windows 10, Windows 7 dan Windows 8, maka hal tersebut sebenarnya sangat mudah dan tentu dapat terkoneksi dengan baik pula. Hanya ada perbedaan minor saja antar versi Windows tersebut di dalam settingan sharing printer tersebut.

Cara Sharing Printer di Windows 10

cara-sharing-printer-di-windows-10_1

  1. Open menu setting yang berupa icon roda gigi di Start Menu
  2. Di Windows yang muncul, klik Device, lalu Printers & Scanners
  3. Pada menu yang muncul pilih printer yang terhubung dengan komputer dan ingin di-share
  4. Klik tombol Manage yang ada di situ
  5. Selanjutnya masuk ke pilihan Printer Properties
  6. Nah, di Windows yang familiar ini, klik Sharing tab
  7. Check pilihan Share This Printer
  8. Isi nama seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya
  9. Klik tombol Apply, lalu OK

Jika anda berhasil, maka proses sharing printer ini sudah selesai dan anda sudah dapat menggunakan printer berbagi dengan rekan kerja anda baik di kantor maupun di rumah.